admin

Mobil Bekas C2C

In Artikel on Mei 30, 2009 at 7:50 pm

Jika Anda hendak membeli mobil bekas, maka-jika boleh memilih pasti Anda lebih berharap bisa membeli mobil milik saudara atau teman dekat. Alasannya, selain bisa mendapatkan harga yang lebih murah dibandingkan di dealer, kondisi mobil pun relatif lebih terjamin, tanpa khawatir tertipu.

Kalaupun tidak ada teman yang berniat menjual mobil, membeli mobil bekas dari pemilik langsung (orang lain) tetaplah memiliki sejumlah keuntungan sebab Anda memiliki sejuta pilihan harga dan model mobil. Anda tinggal membuka iklan kecil di koran atau Internet untuk mencari mobil yang dibutuhkan.

Ini berbeda jika Anda membeli di dealer mobil bekas yang pilihannya serba terbatas dan harganya tentu lebih mahal. Sebab sebagai pedagang mobil, pengusaha show room tentu mengambil margin lebih besar dibandingkan pemilik langsung.

Masalahnya, jika membeli mobil bekas dari pemilik langsung, Anda tentu tidak bisa memperoleh penawaran pembiayaan seperti halnya di dealer. Pembayarannya pun tidak bisa kredit tapi harus tunai, begitu harga telah disepakati.

Jual beli mobil secara langsung antara pembeli dan pemilik mobil (costumer to costumer atau lazim disebut C to C (C2C) belakangan menjadi tren. Ketika sejumlah dealer mobil bekas merosot omzetnya, jual beli mobil secara langsung antarindividu ternyata malah meningkat. Dan ini merupakan pasar potensial untuk digarap lembaga pembiayaan. Apalagi di tengah kondisi pasar mobil baru yang sedang lesu seperti tahun ini, maka pasar mobil bekas menjadi segmen yang prospektif.

Kejelian menangkap peluang bisnis mobil bekas antarindividu (C to C) ternyata telah menarik Astra Credit Companies (ACC) untuk menggarapnya.

400.000 Unit/tahun

Chief Executive Officer ACC, Benny Tjoeng, mengungkapkan pasar mobil bekas di Indonesia diperkirakan bisa mencapai 400.000 unit setiap tahun, untuk berbagai kelas.

Melihat besarnya peluang pasar mobil bekas tersebut, ACC sejak tiga tahun terakhir serius menggarap segmen pembiayaan C to C.

Selain menjalin kerja sama dengan 1.400 show room (dealer) dari total 2.200 show room mobil bekas di seluruh Indonesia, ACC juga memberikan pembiayaan pembelian mobil dari perseorangan, bukan dealer. ACC menyebut produk jasa pembiayaan ini dengan nama C2C Financing.

Reny Futsy Yama, Marketing Head Direct To Customer ACC, mengatakan saat ini sekitar 50% transaksi C2C dilakukan secara langsung (direct) antara pembeli dan pemilik mobil. “Dalam hal ini pembeli datang ke ACC untuk meminta pembiayaannya.”

Sedangkan sekitar 15% transaksi dilakukan lewat dealer kecil milik perorangan dan sisanya sekitar 35% melalui agen penjualan.

Saat ini, ACC memiliki sekitar 500 orang agen penjualan yang dapat membantu pelaksanaan transaksi C2C. “Khusus di DKI kami memiliki sekitar 100 agen.”

Bahkan, begitu agresifnya ACC menggarap pasar mobil bekas melalui program C2C, sekitar 2.000 karyawannya pun turut dikerahkan untuk bertindak sebagai ‘agen’, tentu dengan iming-iming cukup besar.

Menjelang Lebaran, seperti halnya tahun-tahun lalu, transaksi jual beli mobil bekas juga meningkat. Kondisi pasar ini turut mendorong penjualan melalui skema C2C naik hingga 30% pada September dibandingkan bulan sebelumnya.

Kalau tahun lalu transaksi jual beli mobil bekas yang dibiayai lewat C2C cuma sekitar 1.000 unit per bulan, pada tahun ini naik di atas angka tadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: