admin

Pasar Mobil Bekas Mulai Menggeliat

In Artikel on Juni 1, 2009 at 1:24 pm

Penjualan mobil baru keluaran pabrik, hingga empat bulan pertama, belum beranjak dari angka 34 ribu unit per bulannya. Demikian juga yang terjadi pada pasar mobil bekas yang turun sekitar 20–30 persen. Bedanya, sebulan terakhir mulai ada indikasi pemulihan.
Salah satu gambaran bisa dilihat di Mobil 88. Sejak April, penjualan mulai terdongkrak naik. Perubahan ini ditandai dengan angka penjualan yang mencapai 90 unit. Sebagai perbandingan, penjualan pada Januari–Maret tercatat hanya mampu menembus angka 70 unit meskipun angka tersebut masih di bawah target, yakni 100–120 unit per bulan.
Biasanya di bulan keenam akan terjadi lonjakan penjualan dan pembelian. Lonjakan pembelian karena umumnya banyak orang menjual mobilnya untuk kebutuhan sekolah, dan lonjakan penjualan karena umunya harga jual yang ditawarkan cenderung turun.
Branch Manager BENDI 21 Cinere Nurrasyid mengatakan imbas krisis relatif tidak banyak berpengaruh pada penjualan mobil bekas di kelas harga 100 juta–200 juta rupiah. Dalam sebulan, pusat mobil bekas yang terletak di Jalan Raya Cinere, Depok, itu rata-rata mampu menjual 25 unit mobil.
Penurunan penjualan justru terjadi pada segmen mobil bekas mewah, di kisaran harga di atas 400 juta rupiah. Bisa jadi sebagian konsumen yang semula berniat membeli mobil mewah bekas mengalihkan ke segmen produk yang lebih rendah.
Produk Jepang
Umumnya merek dan varian mobil Jepang masih merajai pasar mobil bekas. Duet merek yang dominan di pasar adalah Toyota dan Honda. Di luar itu, mobil Korea seperti KIA dan Hyundai juga mulai menyemarakkan bursa mobil bekas ini.
Untuk merek mobil asal Eropa, baik Mobil 88 maupun BENDI 21 tidak menyediakannya. Ini karena pangsa pasar produk Eropa yang relatif kecil. Apalagi masih melekat citra mobil boros bahan bakar pada mobil Eropa.
Untuk jenis mobil yang paling banyak dicari saat ini, Nurrasyid menuturkan, sebanyak 55–60 persen konsumen mencari dari jenis mobil tipe MPV, sedangkan sisanya membidik mobil perkotaan atau city car, seperti Hyundai Atoz dan KIA Picanto.
Bahkan, ada sejumlah merek yang tidak lagi diproduksi pabrikannya masih menjadi incaran, seperti Mitsubishi Kuda.
Untuk menarik minat konsumen, seperti juga diler-diler penjual mobil baru, kalangan penjual mobil bekas meluncurkan berbagai program promo. BENDI 21 Cinere, misalnya, memberikan gratis jasa perawatan selama satu tahun setelah pembelian. “Layanan servis cuma-cuma ini bahkan sampai batas pengantian kopling yang jasa servisnya bisa mencapai 250 ribu rupiah setidaknya,” ungkap Nurrasyid.
Lain lagi yang diterapkan di Mobil 88 Cilandak. Sejak awal Mei, bursa mobil bekas yang semula identik dengan merek Toyota ini meluncurkan program khusus untuk pembelian secara kredit. Program ini terdiri dari uang muka 10 persen dan jangka waktu kredit satu hingga empat tahun.
Untuk menangani masalah pembiayaan ini, Mobil 88 mengandeng beberapa lembaga pembiayaan, seperti ACC, Oto Multi Artha, dan KITA Finance. “Mayoritas konsumen kami mengambil kredit untuk jangka waktu dua hingga tiga tahun. Jarang sekali yang sampai empat tahun kredit,” tandas Rahmad. vie/E-2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: