admin

Berkah Krisis Showroom Mobil Bekas

In Info on Juni 23, 2009 at 2:44 am

Krisis keuangan global membawa berkah bagi pemilik showroom mobil bekas. Sejak krisis merebak, konsumen yang tak mampu membeli mobil baru mulai memalingkan pilihan kepada  mobil bekas di showroom.

Secara umum gerai mobil bekas mengalami kenaikan penjualan sekitar 10% setiap bulan.

“Pemicu kenaikan ini adalah naiknya harga mobil baru,” kata Leovan Wijaya, Kepala Cabang Mobil 88 Cilandak, Jakarta Selatan kepada KONTAN.

Kenaikan penjualan mobil bekas juga terdorong tingkat suku bunga bank yang tinggi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Alhasil, bunga kredit mobil masih tinggi dan harga mobil baru semakin terasa mahal.

Akibatnya banyak orang berpikir untuk membeli mobil bekas dengan selisih harga yang jauh di bawah mobil baru. “Kenaikan harga mobil baru bisa lebih dari 20%, sehingga banyak yang memilih mobil bekas,” ujar Leovan. Gerai mobil bekas milik grup Astra ini yakin bahwa penjualan mobil bekas selama kuartal pertama 2009 mengalami kenaikan dibandingkan penjualan akhir 2008.

Kenaikan penjualan tampak di gerai Prima Mobil, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Hanya saja, kenaikannya baru terjadi sejak Februari 2009 lalu. Lagipula, Prima Mobil tidak yakin keadaan yang sama akan berlangsung pada April ini. Sebab pada Maret penjualan mereka sedikit menurun. “Bulan April kami khawatir ada  pemilu yang membuat orang berpikir ulang untuk beli mobil,” kata Indra Sugandha, pemilik Prima Mobil.

Cenderung turun

Sama dengan tahun lalu, mobil bekas yang menjadi idola tahun ini adalah mobil-mobil keluaran Toyota, seperti Avanza, Innova, Vios, Rush, dan Yaris. Tidak sedikit pula orang yang sengaja mencari Daihatsu Xenia serta Honda Jazz di pasar sekunder.

Akibat permintaan yang tinggi, mobil-mobil favorit tersebut sempat mengalami kenaikan harga mengikuti harga mobil baru yang naik. Hanya saja, persentase kenaikan harga mobil tersebut tidak setinggi mobil baru. Menurut Leovan, kenaikan harga mobil bekas umumnya hanya sekitar 10%. “Ini belum menyamai kenaikan mobil baru yang minimal 20%,” ujarnya.

Indra mengakui bahwa memang ada kenaikan harga mobil bekas. Tapi, ia percaya bahwa kenaikan harga ini tidak akan bertahan lama. Alasannya,  harga beli gerai masih sama sebelum ada kenaikan harga mobil. “Jadi, harga tinggi ini hanya sebentar saja. Ke depan harganya turun lagi,” jelas Indra.

Indra memberikan contoh. Saat mobil baru naik awal 2009, harga Toyota Avanza 2004 tipe G ikut terdongkrak.  Awalnya mobil itu dijual dengan harga Rp 99 juta kemudian menjadi Rp 102 juta bahkan sempat Rp 108 juta. “Sekarang trennya mulai turun karena pasarnya tidak kuat,” tutur Indra.

Anda berminat ikut melirik mobil bekas selagi krisis ini” Sekarang banyak sekali gerai mobil bekas di Jakarta dan sekitarnya. Jadi Anda bisa langsung mendatangi showroom yang menjual mobil incaran Anda. Mau membeli secara tunai maupun kredit, biasanya gerai mobil bekas sudah menyediakan skema kreditnya. Yang terpenting, jangan lupa menyesuaikan mobil yang Anda incar dengan anggaran yang ada.

Selain itu, jangan sungkan untuk membandingkan harga jual di yang satu gerai dengan yang lain.  Sebelum datang ke gerai tertentu, Anda tentu harus sudah punya referensi harga dari internet atau mencari informasi dari iklan baris di koran-koran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: