admin

Tips Membeli Mobil Bekas #2

In Tips on Juni 27, 2009 at 4:37 am

Jika Anda punya niat beli mobil bekas jangan tergiur dengan bodi mobil yang mulus. Apalagi kendaraan yang diincar bukan tahun muda, katakanlah tahun pembuatan sebelum 2000.Untuk mengecek semua komponen, tentu tak cukup selesai satu hari. Ketika mesin di starter, tokcer, dan digas antara 2.000 dan 3.000 rpm tidak berebet.

Perlu dicoba tes jalan, dari situ bisa diketahui kondisi rem dan laju mobil. Dengan mengenali gejala penyakit umum ini, tentu bisa dijadikan bahan pertimbangan sekaligus persiapan dana untuk perbaikan jika memang ingin membelinya.

  1. Setir bergetar pada kecepatan tertentu. Umumnya, penyakit ini disebabkan roda depan sudah tidak balans. Jika getaran itu juga dirasakan di bangku driver, kemungkinan roda belakang juga tidak balans. Jadi, balanskan keempat roda.
  2. Ketika melindas gundukan, mobil memantul lebih dari dua kali. Kondisi ini lebih sulit dideteksi jika kecepatan melindas gundukan terlalu pelan. Coba gunakan kecepatan antara 10 km/jam sampai 15km/jam untuk melindas gundukan berikutnya. Bila ayunan berulang kali, disebabkan keausan atau kerusakan sokbreker. Anda bisa memeriksa kondisi fisiknya setelah test drive. Dengan mengganti sokbreker baru dengan kisaran harga Rp 1-2 juta, masalah ini bisa tuntas.
  3. Sejak kecepatan rendah, mobil terasa bergoyang. Jika Anda merasakan goyang bodi selaras dengan setir, bisa jadi salah satu pelek roda depan sudah peyang. Namun jika pelek roda belakang yang peyang, biasanya goyangan begitu terasa jika duduk di bangku belakang.
    Untuk menyelesaikan masalah ini, Anda bisa mereparasi pelek dengan biaya sekitar Rp 150 ribu per piece. Usai test drive, tak ada salahnya Anda mengecek juga kondisi pelek ban serep. Penyebab lainnya, salah satu roda tidak terpasang dengan baik akibat adanya baut roda yang kurang kencang.
  4. Ketika jalan lurus, posisi setir tidak lurus
    Kemungkinan setir pernah dilepas dan ketika pemasangan kembali, posisi roda kemudi tidak lurus. Sehingga tidak selaras dengan arah ban. Kemungkinan lain adalah masalah sudut-sudut keselarasan roda. Dengan melakukan wheel alignment (spooring) di bengkel, masalah ini bisa dihilangkan. Tapi jika Anda mengajak mekanik, sebaiknya cek pula komponen sistem kemudi. Terutama jika gejala ini muncul setelah Anda melindas gundukan atau lubang jalan. Indikator lainnya yakni kondisi keausan tapak ban yang tidak merata. Jika ini yang terjadi, perbaikan sistem kemudi bisa menelan biaya besar.
  5. Ketika setir dilepas, mobil cenderung mengarah ke salah satu sisi. Bisa juga pergeseran mobil, kekiri atau kekanan lantaran kemiringnan jalan. Untuk memastikan, periksa semua tekanan angina.
    Pergeseran mobil terjadi di jalanan yang rata, perlu dilakuakn wheel alignment di bengkel. Terburuknya, disebabkan konstruksi sistem kemudi mengalami kerusakan dan harus dibawa ke bengkel.
  6. Muncul suara berdengung dari roda.
    Penyebabnya ada dua, bisa karena desain kembang ban yang cukup besar. Jenis ini biasanya untuk medan off-road
    Coba periksa kondisi ban depan dengan meraba bagian pinggir tapaknya secara perlahan dalam dua arah. Namun hati-hati jika ada benang baja yang sudah keluar atau benda tajam lain. Ketika diraba ke satu arah terasa mulus, tapi saat berbalik arah Anda mendapati kembang ban lebih tajam atau kasar, kondisi ini bisa menimbulkan dengung.
    Penyebab lain ban mendengung, kondisi laher roda yang kurang bagus, suaranya tidak sekeras dengung akibat kembangan ban yang besar. Tapi cukup mengganggu kuping.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: