admin

Kiat Dapatkan Mobil Murah

In Info, Tips on Juni 29, 2009 at 10:17 am

Di zaman ekonomi sulit begini, tentu banyak dari kita yang punya angan-angan untuk memiliki mobil pribadi tapi belum kesampaian akibat tingginya harga kendaraan beroda empat baru. Hampir mustahil bagi para karyawan biasa, bukan eksekutif, dengan gajinya yang pas-pasan bisa membeli mobil baru.

Namun, hal itu bisa saja disiasati dengan membeli mobil secara cicilan lewat kredit bank atau perusahaan leasing. Akan tetapi, cara itu harus dilakukan secara hati-hati karena bisa-bisa selama bertahun-tahun kita terjerat oleh suku bunga pinjaman.

Saat ini ada satu kiat bagi mereka yang berpenghasilan pas-pasan untuk bisa memiliki mobil bekas yang bagus, yaitu lewat balai lelang. Bila Anda pandai, antara lain tahu pasaran harga mobil, baik yang baru maupun yang bekas, serta jeli melihat kondisi mobil, maka angan-angan untuk bisa memiliki mobil impian dengan harga yang jauh dari harga barunya dan masih dalam kondisi bagus bukanlah hal yang mustahil!

Balai lelang

Untuk mengetahui kondisi mobil yang diminati, Anda bisa datang ke open house yang diadakan sebuah balai lelang. Di situ Anda dapat memeriksa langsung keadaan mobil yang Anda minati, termasuk kondisi mesinnya.

Di situ, biasanya kondisi mobil dibiarkan apa adanya, tanpa sentuhan atau kosmetik seperti halnya mobil-mobil bekas yang dipajang di ruang-ruang pamer. Bila ada bodi mobil yang penyok, misalnya, dibiarkan begitu saja.

Karena itu, suatu keuntungan bila Anda mengerti mesin mobil. Dan lebih baik lagi bila pada kesempatan open house Anda membawa serta seorang mekanik andal yang Anda percaya.

Kebanyakan mobil yang dilelang tersebut merupakan mobil kreditan yang ditarik oleh pihak bank atau leasing pemberi kredit akibat tak bisa dicicil lagi oleh penerima kredit. Karena itu, sebagian ada yang tak memiliki STNK (surat tanda nomor kendaraan). Namun, Anda tak perlu khawatir karena pasti mobil tersebut ada BPKB (buku pemilik kendaraan bermotor)-nya.

Anda harus segera bisa menghitung berapa besarnya biaya pengurusan STNK mobil, sebelum memutuskan untuk membelinya. Selain itu, Anda juga harus menghitung batas akhir berlakunya STNK.

Semakin lama waktu batas akhirnya, makin baik, karena Anda masih bisa menggunakan mobil tersebut sampai habis masa berlakunya. Sebaliknya, bila STNK-nya sudah ’mati’,” Anda harus bisa menghitung berapa biaya untuk menghidupkan kembali STNK tersebut.

Mencermati harga mobil yang ditawarkan oleh Astria Automotive Auction, sebuah balai lelang yang cukup besar di Jakarta misalnya, cukup menggoda. Dalam lelang pada 18 April 2006 di lahan parkir sebuah pusat perkulakan besar di Jakarta Barat misalnya, sebuah sedan Volvo tahun 1992 tipe 960, A/T yang pada masanya dikenal sebagai kendaraan menteri ditawarkan dengan harga dasar “hanya” Rp 10 juta, kemudian laku terjual Rp 20 juta.

Pada kesempatan lelang tersebut ditawarkan sekitar 200 unit kendaraan bekas, mulai dari sedan, minibus, sampai truk dan bus. Pada umumnya, mobil-mobil merek Eropa seperti Ford, Peugeot, Opel, atau Volvo harganya menukik tajam, jauh di bawah harga barunya.

Sebagai contoh, sebuah sedan Peugeot tipe 306-St Manual tahun 2002 ditawarkan dengan harga dasar Rp 25 juta. Dalam lelang, mobil yang pada waktu pertama diluncurkan itu bersaing dengan Toyota Corolla yang harganya sekitar Rp 250 juta itu, laku terjual Rp 45 juta.

Sementara itu, mobil-mobil merek Jepang, khususnya Toyota, memang pasaran bekasnya relatif masih tinggi. Sebagai contoh, sebuah Kijang tahun 1994 bisa laku terjual Rp 50 juta.

Namun, dalam lelang yang disaksikan juga oleh pejabat dari Kantor Balai Lelang Negara itu, Anda juga harus waspada. “Saya merasakan adanya rekayasa,” celetuk seorang peserta lelang.

Ini mengingat, sebuah mobil yang tadinya ditawarkan dengan harga yang cukup murah sehingga menggoda para peminat, pada umumnya dalam proses lelang harganya terdongkrak, bisa naik jadi Rp 20 sampai Rp 25 juta.

“Ada orang-orang tertentu yang sengaja diikutkan lelang untuk mendongkrak harga,” ungkap peserta tersebut. Sering terjadi, keputusan pemenang adalah penawar paling tinggi.

Selain merek-merek Eropa, merek-merek yang harga bekasnya ikut menukik tajam adalah mobil buatan Korea. Sebagai contoh, KIA Carnival bensin tahun 2000 hanya ditawarkan Rp 45 juta. Padahal, mobil bertransmisi otomatik dengan 8 tempat duduk itu harga barunya tak kurang dari Rp 250 juta.

Jangan salah duga bahwa pada lelang semacam itu hanya ditawarkan mobil-mobil lama yang sudah bobrok saja. Merek-merek yang masuk barisan mobil mewah atau mobil CBU (completely built-up) yang cukup gres juga ada. Sebut saja Toyota Alphard 2,4 tahun 2005 yang ditawarkan “hanya” seharga Rp 380 juta, atau Audi A4 V6 Triptonic tahun 2000 yang hanya seharga Rp 55 juta. Padahal, harga baru Alphrad tak kurang dari Rp 600 juta, dan Audi sekitar Rp 400 juta. Pandai-pandai memilih, yang penting bagus tapi murah. (Irwan Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: