admin

Lesu, Bisnis Mobil Bekas di Bali

In Berita, Info on Juli 18, 2009 at 9:39 am

Perdagangan mobil bekas atau seken di sejumlah dealer maupun gerai mobil bekas di Bali, khususnya kota Denpasar dan Badung, sejak terjadinya ledakan bom di Legian Kuta (12/10) 2002 dan kenaikan BBM, tarif dasar listrik (TDL) dan telepon, cenderung lesu.

“Sejak bulan November 2002 lalu, sangat sedikit dagangan kami yang terjual,” kata Ali Usman, salah seorang pemilik gerai jual-beli mobil bekas, di Denpasar, Rabu.

Rata-rata pihaknya hanya mampu menjualbelikan aneka jenis kendaraan bekas dua hingga tiga unit setiap pekannya, padahal sebelum tragedi bom laku terjual lima hingga tujuh unit setiap pekannya.

Pascabom yang membuat sektor pariwisata Bali terpuruk, berpengaruh terhadap perekonomian masyarakatnya yang 80 persen tergantung dari pariwisata.

Tidak jauh berbeda dikatakan I Made Artawan, salah seorang karyawan dealer mobil bekas. Menurutnya, permintaan masyarakat sejak beberapa pekan terakhir ini cenderung sepi, sehingga harga mobil bekas diturunkan antara Rp3 hingga Rp5 juta per unit.

Misalnya harga mobil jenis sedan Honda Civic Genio tahun 1995, turun menjadi Rp90 juta hingga Rp93 juta per unit. Padahal sebelumnya sekitar Rp93 juta hingga Rp96 juta, tergantung dari kondisi kendaraannya.

Honda Genio tahun 1992 antara Rp81 juta hingga Rp83 juta per unit melemah menjadi Rp78 juta hingga Rp80 juta. Toyota Great Corrola tahun 1995 tercatat Rp85 juta hingga Rp87 juta per unit atau turun dari sebelumnya Rp87 juta hingga Rp90 juta.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan, harga mobil Toyota Kijang Grand tahun 1994 Rp71 juta, Kijang Astra tahun 1991 Rp50 juta, Kijang Rover tahun 1991 Rp45 juta, Suzuki Escudo tahun 1995 tercatat Rp82 juta per unit.

Opel Blazer 1997 Rp115 juta per unit, Blazer 1999 Rp160 juta, Sedang Honda Accord Maestro ’90 Rp65 juta, Mercedes A 140 ‘2000 Rp185 juta, Jeep Cherokee ’95 Rp165 juta dan Daihatsu Feroza’96 Rp56 juta per unit.

Made Artawan mengemukakan, tragedi ledakan bom di Legian, Kuta (12/10), disusul adanya kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, TDL dan tarif telepon berpengaruh signifikan kepada daya beli masyarakat.

Sejak peristiwa yang menelan ratusan korban membuat bisnis pariwisata di Pulau Seribu Pura itu “kelimpungan”. Omset penjualan turun drastis setiap pekan hanya bisa laku satu hingga dua mobil.

Tidak jauh berbeda diungkapkan Dewa Budiasa, pemilik showroom jual beli mobil bekas di kawasan Jalan A. Yani, lesunya perdagangan aneka jenis kendaraan roda empat di Pulau Dewata, sebagai akibat tak bergairahnya perekonomian secara luas di Indonesia. [Tma, Ant]- http://www.infoanda.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: