admin

TNI Sita Ban Mobil Bekas Tim Dirha

In Berita on Juli 24, 2009 at 11:55 am

Aksi penyitaan tersebut melibatkan 10 anggota TNI. Selanjutnya, ratusan ban bekas yang satu diantaranya sempat dibakar kemarin malam di pinggir jalan, langsung diamankan ke Markas Kodim di Kelurahan Padang Kapuk.

Komandan Kodim (Dandim) 0408 Manna Letkol Inf Bimo Roosello menegaskan penyitaan tersebut berdasarkan telegram Danrem 041 Gamas supaya jajaran Korem 041 Gamas Bengkulu mengumpulkan ban mobil bekas ukuran Ring 13-14 guna dibawa ke Palembang dalam rangka pelatihan perang jarak dekat (PJD). Penyerahan seluruh ban bekas itu ke Korem dilakukan paling lambat 16 Maret.

”Jadi penarikan ban itu juga untuk keamanan. Selain itu juga bertepatan dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh Kodam Sriwijaya. Dimana tidak hanya Kodim Manna yang diminta mengumpulkan ban bekas itu, melainkan Kodim 023 Bengkulu Utara dan Kodim 0409 Curup, Kodim 0407 Kota Bengkulu, serta seluruh Koramil jajaran juga ikut diminta mengumpulkan sebanyak mungkin,” ujar Dandim kepada wartawan koran ini kemarin.

Ditambahkan Dandim, setelah terkumpul dari seluruh Koramil, maka ban bekas itu akan dikumpulkan dan dibawa ke Korem Bengkulu. Kemudian usai dikumpulkan di Korem, ban diangkut langsung ke Palembang. Ban tersebut akan digunakan untuk membuat rumah atau markas tempat akan digelarnya perang jarak dekat. Sehingga nanti tumpukan ban itulah yang akan menyerupai bentuk rumah, ruang tamu dan tempat bersembunyi sewaktu berperang.

”Untuk di Manna, kebetulan banyak ban yang menganggur. Dan penyitaan atau pengambilan itu juga setelah dilakukan koordinasi dengan pemiliknya alias tim Dirha. Merka juga mengaku kalau ban itu tidak difungsikan. Maka dengan itu untuk lebih mempersingkat waktu, ban tersebut diambil langsung. Dari pada nantinya dibakar tidak tahu tujuannya,” jelas Dandim ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Masih menurut Dandim, yang akan mengikuti dalam pelatihan perang jarak dekat itu nantinya ada tim raider 200. Sesuai jadwal sebenarnya pengumpulan ban dimulai tanggal 10 Maret. Tapi karena takut terlambat dan untuk mempercepat proses pengirimannya, kemarin langsung diambil.

”Pada intinya kita menginginkan kondisi di BS tetap aman dan kondusip. Terkait dengan pengamanan menjelang 17 Maret nantinya pihaknya sudah mempersiapkan satu peleton yang siap sedia bertindak. Namun pengamanannya dilakukan jarak jauh dan menyeluruh,” tegasnya.

Sementara itu, Sapril selaku Koordinator Lapangan (korlap) Tim Dirha mengaku pihaknya tidak mempermasalahkan ban bekas yang sudah dua bulan lebih dipajang tersebut diambil TNI. Sebab selaku warga negara yang patuh pada hukum, tentunya tidak menginginkan hal-hal yang bertentangan dengan hukum.

”Ya mereka sudah berkoordinasi. Silakan saja mereka ambil ban, yang jelas usaha kita meminta agar Mendagri melantik Dirha tepat pada jadwalnya,” ungkapnya.

Aksi Jempol Darah Berlanjut
Pada bagian lain, Sapril menegaskan aksi cap jempol darah massa Dirha masih akan terus berlanjut hingga 17 Maret 2009. Untuk itu bagi masyarakat atau pendukung serta simpatisan Dirha yang ingin menujukan tanda atau bukti dukungannya bisa melampiaskan ke spanduk warna putih yang sudah disediakan.

”Kini kita masih menunggu pemberitahuan dewan terkait akan memfasilitasi pertemuan dengan para unsur muspida. Tujuan kita tidak lain ingin mempertanyakan secara jelas dan pasti masalah pelantikan. Kemudian juga menolak diadakannya careteker.

Nah terkait dengan langka berikutnya atau terakhir itu belum tahu. Saat ini kita masih bisa mengamankan rakyat. Nah kalau tanggal 17 Maret nanti disanalah waktu puncak kesabaran rakyat. Di luar itu, maka tidak bisa laku dijamin, apakah bisa dijamin akan kondusip,” jelas Sapril.

Sementara Wabup terpilih H Hartawan,SH mengaku pihaknya masih terus berjuang di Jakarta. Namun dari hasil usaha yang telah dilakukannya selama ini bisa disimpulkan sudah 80 pesen bisa dilantik. Maka dengan itu pihaknya berharap agar masyarakat tetap tenang.

”Ya siapapun nantinya terpilih atau dilantik itu sudah kehendak Allah. Dan kalau belum jadi ambil hikmanya. Sebab amanat itu tentu dari Allah. Mudah-mudaha saja di waktunya nanti bisa dilantik. Sebab kita tetap optimis,” ungkap Hartawan yang masih di Jakarta.

Pilkada Ulang Jalan Terus
Sementara itu, meski di Manna terjadi aksi cap jempol darah yang dilakukan massa pendukung pasangan Dirha, tidak mempengaruhi langkah KPU Provinsi Bengkulu dan jajarannya. KPU, tetap tunduk atas dikeluarkannya putusan MK yang memerintahkan Pilkada ulang di Bumi Sekundang.

Ketua KPU Provinsi Bengkulu Dunan Herawan, S.Sos menjelaskan aksi cap jempol darah sah-sah saja dilakukan oleh massa pendukung Dirha. “Aksi cap jempol darah merupakan bagian dari upaya massa Dirha menunjukkan dukungan mereka. Aksi tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi,” ujar Dunan.

Akankah aksi tersebut berpengaruh pada sikap KPU? Dunan memastikan, sesuai arahan dari KPU pusat, yang harus dilakukan saat ini adalah fokus pada tahapan Pemilu 9 April 2009. Ketentuan tersebut berlaku bagi KPU se-Indonesia, termasuk KPU provinsi dan BS.

Dikatakan, sampai kemarin arahan dari KPU pusat sama sekali tidak berbeda. Yakni tundak dan patuh akan putusan yang dikeluarkan MK No 57/PHPU.D-VI/2008 tertanggal 8 Desember 2008 lalu.

Yakni dilakukannya Pemilu ulang di Bengkulu Selatan selambatnya satu tahun sejak ditetapkannya putusan. Ini artinya, KPU tetap tunduk dan patuh untuk menjalankan putusan MK sehingga selambatnya pada 8 Desember 2009 nanti sudah dilangsungkan Pilkada ulang.

Untuk diketahui, aksi cap jempol darah dilakukan massa pendukung Dirha pada Kamis (5/3) kemarin. Caranya, setiap massa pendukung pasangan Dirha secara bergiliran mendatangi meja yang telah disiapkan panitia.

Secara sukarela 1.000 massa pendukung Dirha, mereka membiarkan jari tangannya ditusuk jarum yang memang telah disiapkan panitia. Adapun bercak darah tersebut ditempelkan pada kain putih sepanjang 1.000 m.(beb/che)-www.harianrakyatbengkulu.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: