admin

Pedagang Mobil Bekas Harapkan BI Rate Turun

In Berita, Info on Juli 27, 2009 at 10:39 am

Para pedagang mobil bekas mengharapkan Bank Indonesia (BI) segera menurunkan BI Rate yang sampai saat ini mencapai 12,50%, karena tingkat bunga yang tinggi sangat menyulitkan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Apabila BI Rate turun pada akhir tahun ini sekitar dua persen yang diikuti oleh bunga perbankan, maka ekonomi nasional diperkirakan akan tumbuh dengan cepat,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Mobil Bekas Kemayoran, Agustono kepada pers di Jakarta, Selasa (27/06).

Penandatanganan nota kesepahamanan (MOU) dilaksanakan antara Dirut PT Jakarta Kemayoran Properti, Sasmita Winata & Pedagang Bursa Mobil Kemayoran Agustono.

Menurut dia, BI saat ini masih mempertahankan BI Rate berkaitan dengan rencana bank sentral AS (The Fed) yang kembali akan menaikkan bunga Fedfun dari 5% menjadi 5,25% yang kemungkinan naik kembali pada Agustus nanti.

Karena itu, BI belum menurunkan suku bunganya, meski ada ruang untuk menurunkan suku bunganya, apalagi inflasi pada akhir tahun diperkirakan tidak akan mencapai delapan persen, katanya.

Kondisi ekonomi seperti, lanjut Agustono, mengakibatkan permintaan konsumen terhadap mobil bekas sangat merosot yang biasa setiap bulan lalu 10 sampai 12 unit per bulan saat ini hanya sekitar 5 sampai enam unit mobil.

Karena itu diperlukan suasana baru dengan melakukan perpindahan bursa mobil dari Kemayoran ke Mega Glodok Kemayoran (MGK) dan jarak tempuh yang lebih mudah diharapkan akan memicu permintaan mobil bekas bisa meningkat, katanya.

Saat ini, menurut dia, mobil bekas buatan Eropa yang CC besar, merupakan kendaraan yang paling terkena dampaknya akibat lesunya ekonomi nasional, harga mobil itu merosot tajam, bahkan mobil Kijang keluaran tahun 2002 yang dijual biasanya Rp110 juta saat ini turun sekitar Rp20 juta sehingga dijual pada Rp90 juta.

“Kami saat ini hanya menawarkan mobil bekas berkisar antara Rp90 juta hingga Rp100 juta, karena dengan harga penawaran di atas Rp200 juta pasar akan semakin sulit berkembang,” katanya.

Karena itu, ia lebih lanjut mengatakan, pemerintah harus segera memanfaatkan kelebihan dana subsidi BBM yang mencapai Rp50 triliun hingga Rp80 triliun yang digunakan untuk menggerak sektor riil yang selama ini belum bergerak.

Dengan dana subsidi BBM itu, maka pemerintah diperkirakan dapat memicu ekonomi nasional tumbuh dengan cepat apalagi dengan aktifnya perbankan nasional mengucurkan kreditnya sehingga target ekonomi yang dicanangkan pemeritah dapat tercapai, katanya.

Sasmita Winata mengatakan, perpindahan sekelompok pedagang mobil bekas itu diharapkan akan saling memberikan keuntungan kedua pihak, sehingga kemayoran yang merupakan pusat bursa mobil akan semakin menarik konsumen.

“Kami memperkirakan aktifitas perdagangan mobil bekas akan semakin ramai dan diminati masyarakat melihat lokasinya yang cukup aman dan nyaman serta mudah dicapai dengan kendaraan dalam waktu tidak lama, katanya.

30 Unit Terjual

Para pedagang mobil bekas sebelumnya maka menjual mobil sebanyak 30 unit per bulan, karena show room mobil belum ramai, sekarang banyak show room sehingga persaingan semakin ketat, apalagi dengan kondisi ekonomi yang lesu, kata Agustono.

Menurut dia, perpindahan sekitar 102 pedagang mobil bekas ke MGK untuk mencari suasana baru dan pasar yang lebih inovatif, sehingga mendorong konsumen untuk segera melihat pasar tersebut.

Dengan kondisi pasar yang masih lesu seperti ini, memang tidak banyak mendorong kegiatan perdagangan mobil bekas bergairah lebih baik, katanya.

Meski demikian pasar mobil bekas tetap eksis, dengan melakukan berbagai efisiensi yang dilakukan, maka pasar mobil bekas tetap berjalan dengan baik. (*/lpk)http://www.kapanlagi.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: