admin

Berburu Mobil Bekas Banjir

In Artikel, Info on Juli 29, 2009 at 10:12 am

Sisa-sisa derita warga Jabodetabek akibat banjir belum sirna. Bersih-bersih dan mengeringkan barang berharga jadi kegiatan penting. Bengkel pun, baik yang resmi atau pun tidak, kebanjiran pelanggan dadakan yang ingin memeriksakan mobil atau sepeda motor yang terendam.

Bengkel resmi Toyota Auto2000 di bilangan Sudirman pada Kamis pekan lalu menerima 30 kendaraan korban banjir. Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Joko Trisanyoto memperkirakan jumlah ini masih lebih kecil jika dibandingkan dengan bengkel resmi yang berada lebih dekat dengan lokasi bencana banjir.

Kegiatan perbaikan kendaraan semacam ini tentu butuh biaya yang tidak murah tergantung kerusakan yang diderita kendaraan dan jenis komponen apa saja yang ingin diganti oleh si pemilik kendaraan. Toyota merekomendasikan agar perangkat penunjang keselamatan berkendara diganti, bukan diperbaiki.

Yang masuk pada kategori ini adalah sistem rem ABS (antilock braking system), traction control, kantong udara, dan cruise control. Jika barang pengganti tidak tersedia, kinerja sistem perangkat keselamatan di atas harus dinonaktifkan untuk mencegah fungsinya aktif sendiri secara tiba-tiba.

Pascabanjir, kata Ketua Paguyuban Pedagang Mobil Kemayoran Agustono, perbaikan kendaraan yang terendam dilakukan sebagian masyarakat karena alasan ekonomi yang terbatas. Namun, bagi mereka yang memiliki uang, memilih menjual kendaraannya yang terendam dan membeli kendaraan baru atau mobil bekas yang tak sempat terendam air.

Kelompok masyarakat ini enggan memakai mobil bekas banjir. Alasannya pun beragam. Mulai dari ingin buang sial, kehilangan kenyamanan, takut mobil ngadat, sampai ada yang merasa gengsinya menurun jika menggunakan kendaraan korban banjir.

“Belajar pengalaman 2002, pedagang mobil bekas akan kebanjiran barang yang terendam banjir. Harganya tentu saja turun karena selain terkena banjir, pedagang susah menjual mobil kena banjir.”

Sebagai tengkulak, para pedagang mobil bekas tentu berusaha menekan konsumen yang ingin menjual kendaraannya. Pedagang dalam kondisi ini tentu berada di atas angin. Semakin banyak bagian mobil yang terendam semakin rendah harga belinya.

Bau tak sedap

Lantas, apakah ini peluang bagi masyarakat yang tengah memburu mobil bekas dari kalangan firs entry buyer? Apa saja untung ruginya membeli kendaraan bekas banjir dan bagaimana tips berburunya?

Menyembunyikan bekas banjir pasti dilakukan setiap pemilik mobil atau pedagang yang menjual kendaraan akibat banjir. Misalnya menghilangkan bau tak sedap dalam kabin yang terendam air. Masalah ini bukanlah persoalan mudah. Apalagi jika seluruh body kendaraan terendam air banjir.

Agustono menuturkan bau tak sedap pada jok yang terendam banjir tak akan hilang dalam satu-dua bulan. Ini salah satu faktor yang membuat harga jual kendaraan bekas banjir jatuh dan susah dijual.

Penggantian jok atau tempat duduk tentu butuh biaya besar. Karena itu, sejumlah pemilik kendaraan memilih membawa kendaraannya ke salon mobil dengan harapan dapat mengurangi bau tak sedap.

Service Dept Head PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Endro Utomo mengatakan bau tak sedap dari dalam kabin sebenarnya dapat dihilangkan dalam waktu yang lebih cepat jika dilakukan dengan baik. Meski demikian, bagi kendaraan yang terendam cukup dalam, dipastikan dampak banjir tidak akan dapat disembunyikan.

“Satu-satunya tips paling jitu saat mau membeli mobil bekas banjir adalah membuka karpet. Di sana akan terlihat ada atau tidak karat di bagian bawah kendaraan,” jelasnya.

Jika tak terlihat ada bercak karat pada bagian bawah karpet, dapat disimpulkan kendaraan tersebut terendam tidak terlalu dalam. Dalam kondisi ini, calon pembeli dapat memerhatikan kerapian karet pada bagian pintu dan kap mesin. Jika pada bagian tersebut terendam dan dilakukan pembersihan, pasti akan terlihat karena biasanya pemasangan ulang tidak akan serapi yang dilakukan pabrik.

Menurut dia, salah satu keuntungan membeli mobil bekas banjir adalah murah, sementara kerugiannya konsumen harus menyiapkan uang untuk mengganti suku cadang yang akan rusak dalam hitungan bulan pascabanjir. Jika tak pandai merawat, harga jual kembali kendaraan pun relatif akan lebih murah dibandingkan dengan kendaraan normal.

“Setidaknya harus menyiapkan dana untuk mengganti sistem pengereman, bearing roda, dan kaki-kaki kendaraan yang terendam. Meski demikian, pada prinsipnya membeli kendaraan bekas banjir lebih untung dibandingkan mobil bekas tabrakan,” ujarnya. Nah lho…berburu mobkas banjir yuuuuuk. (Sumber: Bisinis.com, Senin, 12/02/2007 12:04 WIB/IC)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: