admin

Harga Mobil Bekas Naik Rp 5 Jutaan

In Berita on Juli 30, 2009 at 3:08 pm

Geliat menyambut mudik Lebaran tahun ini sudah mulai tampak. Tidak hanya pada penjualan tiket perjalanan kereta api yang habis sejak awal Ramadan, penjualan mobil bekas juga mulai menunjukkan peningkatan.

JIKA pada minggu pertama Ramadan penjualan masih biasa saja, memasuki minggu kedua pembeli mulai berduyun-duyun mendatangi pusat-pusat penjualan mobil bekas. Rata-rata mereka mencari mobil kelas niaga, alasannya bisa dipakai untuk mudik atau keliling kota saat bersilaturahmi.

Pemantauan Lampung Post di sejumlah lokasi penjualan mobil bekas seperti di Jalan Sultan Agung, Jalan Yos Sudarso, dan Pahoman memang terlihat sejumlah transaksi pembelian kendaraan bekas tersebut.

Sebagian besar pembeli mobil bekas tersebut ternyata lebih memilih mobil jenis minibus atau mobil keluarga yang memiliki kapasitas angkut penumpang lebih banyak dibanding mobil lainnya. Mobil yang banyak dilirik konsumen itu di antaranya Kijang tahun 90-an ke atas serta Daihatsu Espass.

Solahudin, penjual mobil bekas di Jalan Yos Sudarso–tak jauh dari terminal Panjang–mengatakan menjelang Lebaran ini, penjualan kendaraan bekasnya meningkat jika dibandingkan hari-hari biasa.

Jika pada hari-hari biasa, penjual kendaraan bekas ini hanya mampu menjual paling banyak 2–3 unit kendaraan second, kini menjadi 5–6 unit,” peningkatan itu bahkan sudah terjadi sejak awal Ramadan,” katanya.

Namun, Solahudin menambahkan meskipun mengalami peningkatan, peminat kendaraan second ini juga masih memilih-milih kendaraan yang akan dibelinya, biasanya mereka menanyakan seputar tahun pembuatan, kondisi mesin sampai perawatan sebelumnya.

“Kalau tidak sesuai dengan kriteria yang mereka inginkan, mereka enggan membelinya walaupun harganya sedikit lebih murah,” ujarnya.

Pemandangan serupa juga terlihat di Jalan Terusan Sultan Agung, Way Halim. Sejumlah konsumen terlihat serius menanyakan kepada para penjual kendaraan bekas tersebut.

“Sudah seminggu ini memang pencari mobil second memang lumayan banyak dibanding sebelumnya,” ujar Andriawan, penjual mobil bekas yang ada di Jalan Sultan Agung.

Namun, Andriawan mengaku agak kebingungan memenuhi keinginan para konsumen karena sebagian besar mereka mencari mobil second jenis Kijang atau minibus.

Demikian halnya di daerah Pahoman, penjual mobil bekas mengatakan mendekati Lebaran ini penjualan memang mengalami peningkatan. “Asal mobil jenis minibus pasti ada negosiasi,” ujar seorang penjual.

Seorang peminat mobil second ketika ditemui mengatakan mencari mobil untuk mudik sekaligus bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari. “Sekarang sulit mencari Kijang bekas, kalau ada juga harganya mahal apalagi mau dekat Lebaran ini,” katanya.

Sementara Direktur Oto 92, salah satu show room sekaligus dealer mobil bekas kelas niaga keluaran Toyota, Robert Sugianto Halim di Jakarta, baru-baru ini, mengatakan minggu pertama Ramadan belum ada peningkatan pembeli, tapi memasuki minggu kedua pembeli sudah mulai berdatangan mencari mobil keluarga yang serbaguna. “Kami perkirakan, untuk Lebaran kali ini ada peningkatan permintaan mobil bekas sampai 30% dari biasanya,” katanya.

Setiap memasuki Lebaran, kata Robert, perusahaannya selalu mendapat rezeki “nomplok” dari peningkatan permintaan ini. Biasanya, hanya terjual 25–30 unit mobil setiap bulan. Namun saat mendekati Lebaran, bisa 40 unit mobil Kijang keluar dari show room yang terletak di kawasan Krekot, Jakarta Pusat.

“Tahun lalu juga begitu. Kebanyakan mereka mencari mobil Kijang karena mobil ini mampu memuat penumpang dan barang dalam jumlah yang banyak ketimbang jenis kendaraan niaga lainnya,” kata Robert.

Tidak jarang, pihak Oto 92 malah kehabisan stok karena jumlah orang yang ingin menjual tidak mengalami peningkatan sedangkan permintaannya bertambah.

Para pembeli Kijang bekas, sebagian besar mencari Kijang keluaran 2000 ke atas dengan model kapsul. Sementara Kijang kapsul keluaran sebelum 2000 masih sedikit permintaannya karena kendaraannya juga terbatas.

Menurut pengamat Robert, sepinya orang menjual mobil Kijang lama ke show room mobil bekas itu memang wajar. Sebab, mereka masih menahannya dan belum mau mengeluarkan sebelum Kijang terbaru bisa segera dipesan. Mereka harus masuk daftar inden lebih dulu.

“Kalaupun bisa dipesan sekarang, paling-paling itu hanya beberapa unit.”

Robert juga mengaku selain bertambahnya keuntungan yang diperoleh dari bertambahnya jumlah permintaan, keuntungan lainnya juga didapat dari harga jual mobil bekas keluaran 2000 yang masih tinggi.

Bahkan, dengan tingginya permintaan menjelang Lebaran, harga mobil bekas Kijang  yang tadinya diisukan akan turun dengan kehadiran Kijang baru, ternyata malah sebaliknya.

Bahkan, selisih harganya bisa beda tipis dengan harga saat pembelian. Untuk Kijang keluaran 2002, Oto 92 bisa menjualnya Rp152 juta, sementara harga jual barunya pada dua tahun lalu Rp154 juta.

“Penyebab dari masih tingginya harga jual mobil bekas keluaran 2000 ini karena masih tersendatnya suplai keluaran terbaru, yaitu Toyota kelas niaga yang bernama Innova. Sebab itu, banyak masyarakat yang masih mencari Kijang generasi sebelumnya. Sebab itu, harganya hanya beda tipis,” kata dia.

Masih tingginya harga Kijang keluaran di atas 2000, ujarnya, juga disebabkan hukum ekonomi, bertambahnya permintaan pasti akan mendongkrak harga.

Dibandingkan bulan-bulan biasa, harga mobil bekas menjelang Lebaran bisa naik Rp5 juta. Wah kalau begitu, pembeli mending mencari mobil niaga terbaru yang harganya ada di bawah Rp100 juta dong?

Pembeli Kijang itu rata-rata berkarakter pembeli yang loyal. Mereka susah sekali untuk diajak beralih ke merek dan model lain. Berdasarkan catatan penjualan kita, penjualan Kijang bekas tidak pernah terpengaruh dengan munculnya mobil niaga baru yang berharga di bawah Rp100 juta.

Kijang itu sudah punya pangsa pasar sendiri, ujar pemimpin perusahaan yang berdiri sejak 1992 ini.

Mengenai memperkirakan turunnya harga Kijang bekas setelah mobil Kijang baru datang, memang masih sebatas rumors. Yang pasti setelah Lebaran harganya diperkirakan turun kembali. Karena sehabis mudik, biasanya pasar mobil bekas justru kebanjiran suplai.

Lesu

Sementara itu aktivitas bisnis mobil bekas di Kota Surabaya, Jawa Timur, selama beberapa pekan terakhir ini lesu, menyusul kian gencarnya penawaran berbagai jenis kendaraan roda empat baru dengan uang muka di bawah Rp5 juta.

Padahal penjualan kendaraan tersebut juga dilakukan kredit dengan uang muka di bawah Rp5 juta. Meskipun demikian, upaya tersebut belum mampu mendongkrak daya beli masyarakat untuk memiliki mobil bekas.

Mobil bekas yang diperdagangkan secara kredit tersebut keluaran tahun 1996 hingga 2003, Daihatsu Espass tahun 1996 uang muka Rp4 juta dengan angsuran Rp1,7 juta per bulan selama 35 bulan, Honda City 1996 uang muka Rp9 juta, angsuran Rp2,3 juta selama 48 bulan, Daihatsu Feroza 1995 uang muka Rp5 juta angsuran selama 35 bulan dengan cicilan Rp2.036.000 per bulan.

Sebagian besar mobil bekas itu dalam kondisi 70%–80% laik pakai, menurut pedagang mobil bekas di kawasan Darmawangsa, Kertajaya, dan Jenggolo Surabaya, perdagangan mobil bekas menjelang Lebaran 2004 masih sepi dan sulit untuk bisa menjual 15 unit mobil per bulan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: