admin

Restorasi Ulang Oli Usai Beli Mobil Bekas

In mobil bekas, Tips on Agustus 4, 2009 at 10:40 am

Mobil bekas yang telah Anda putuskan beli, dimana sebelumnya Anda telah menilai semua kondisi dan kelengkapan dokumennya, sebaiknya Anda merestorasi ulang, atau melakukan sejumlah perbaikan standar. Hal ini bertujuan, agar mobil bekas yang dibeli benar-benar nyaman dikendarai. Restorasi ulang untuk tips umum kali ini adalah menyangkut oli, spooring dan balancing

Menurut Anthonius Riyanto,  restorasi umum yang dilakukan usai membeli mobil bekas, seperti ganti oli setelah mobil sampai ke rumah. Oli yang diganti meliputi oli mesin, oli gardan (untuk mobil yang memakai gardan), oli persneling atau transmisi, oli power steering.  Penggantian ini dimaksudkan untuk menjaga agar jangan sampai muncul kerusakan lebih lanjut akibat oli yang kurang bagus lagi.

Yang juga perlu diperhatikan saat mengganti oli, ada baiknya sekaligus mengganti filter oli mesin. Tujuannya, supaya kondisi pelumasan mesin menjadi benar-benar sempurna. Untuk menjaga hal yang tidak diinginkan, sebaiknya anda tidak usah ragu menanyakan spesifikasi oli ini pada bengkel yang khusus menangani merek mobil yang baru dibeli.

Selain oli, spooring adalah tindakan penyesuaian kembali sudut ban depan, baik ban sebelah kiri maupun sebelah kanan. Sebab, sudut yang berbeda  akan membuat gerak roda depan kiri dan kanan menjadi tidak selaras. Akibatnya,  ketika mobil berjalan, roda kemudi akan terasa tertarik ke kiri atau ke kanan. Efek negatif lain, ban depan akan lebih cepat botak. Khusus untuk mobil bekas lansiran 80-an, misalnya Honda Civic, spooring secara berkala juga harus dilakukan terhadap ban belakang. Namun saat ini, hampir tidak ada lagi mobil yang ban belakangnya  juga harus di-spooring.

Berikutnya balancing. Balancing adalah tindakan penyesuaian kembali gerak putaran pelek dan ban agar tidak bergetar saat mobil dikendarai. Pelek yang tidak bundar atau sempurna (misalnya penyok akibat benturan) akan sulit di-balancing. Demikian pula jika ban sudah memiliki benjolan, seperti akibat kawat baja pengikat putus.

Setelah dicek, periksa kembali tekanan angin keempat ban mobil. Tekanan angin harus sesuai buku petunjuk. Pasalnya bila tekanan angin berbeda satu sama lain bisa mengakibatkan roda kemudi bakal lari ke kiri dan ke kanan. Selain penyesuaian tekanan angin semua ban, ukuran lingkaran pelek yang terlalu besar juga dapat membuat stir berlari ke kiri dan ke kanan, terutama jika mobil melalui jalan yang tidak rata. Misalnya, lingkaran yang semestinya 14 inci diganti dengan yang 18 inci.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: