admin

Pasar Mobil Bekas Jelang Lebaran Transaksi Bisa Meningkat 30%

In Berita, harga mobil bekas, mobil bekas on Agustus 7, 2009 at 4:36 am

HARI raya Idul Fitri masih sekitar dua bulan lagi. Tapi, sejumlah pelaku bisnis sudah mulai mempersiapkan kehadirannya. Bagi mereka, Lebaran merupakan momentum bisnis luar biasa untuk mendongkrak penjualan. Termasuk pula para pedagang mobil bekas atau mobkas.

Jumlah transaksi di sejumlah ruang pamer dan bursa mobkas di Semarang saat ini sudah mulai merangkak naik. Kenaikan tersebut bukan hanya pada jumlah barang terjual, tapi juga harganya.

Fenomena tersebut dibenarkan sejumlah pebisnis mobkas seperti Kian Wibowo Setiawan, pimpinan Naga Jaya Motor, Imam Santoso (Puri Mobil), Lisa Dewi Puspita (marketing Hasanudin Mobil),  Eddy Soeprapto (Koordinator Paguyuban Pedagang Mobkas TVRI Manyaran Semarang), serta Hermanto (Operation Head PT Sinar Mas Multifinance Semarang).

Kian Wibowo Setiawan yang memiliki ruang pamer di Jl Puri Anjasmoro Semarang menuturkan, permintaan pasar secara umum meningkat hingga 10%. Bahkan mendekati hari H (Lebaran) bisa mencapai 30%.

Senada diungkapkan Imam Santoso dari Puri Mobil.  ”Beberapa bulan lalu penjualan sempat turun, namun kini mendekati Lebaran mulai bergeliat. Sebulan bisa menjual 5-10 unit,” ujarnya.

Peningkatan permintaan tersebut juga dibarengi naiknya harga mobil. Selain faktor momen Lebaran, kenaikan harga mobil baru juga menjadi patokan bagi penjual. Perubahan harga tiap mobil bisa berbeda, tapi rata-rata naik 5% saat ini.

Data resmi transaksi mobkas, memang hingga sekarang sulit dideteksi secara akurat. Termasuk pula Samsat yang selama ini banyak menangani data administrasi kendaraan bermotor. Sebab, tidak semua transaksi pembelian diikuti perubahan nama pemilik pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) maupun Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Namun, sekadar sebagai gambaran, Kian Wibowo Setiawan memperkirakan, angka penjualan per bulan di sekitar Kota Semarang mencapai 1.500 unit. Transaksi tersebut dilakukan di ruang pamer permanen, bursa mobil di ruang terbuka, serta perantara lepas.

Bila diestimasikan kenaikannya 30%, maka sekitar 450 mobil akan diperebutkan para pedagang sebagai rezeki ”tiban” menjelang Lebaran. Bila rata-rata harga mobkas diasumsikan Rp 50 juta saja, maka perputaran uang mobkas dalam tempo sebulan menjelang Lebaran bisa mencapai Rp 90 miliar lebih.

Namun, Kian juga mengaku kesulitan menghitung persentase pasar yang terjual di pedagang pemilik ruang pamer maupun para perantara. Maklum, kadang-kadang perbedaan antara perantara maupun pedagang saat ini kurang jelas.

Ada perantara di kota ini yang penjualannya bisa melebihi pemilik ruang pamer. Harga mobkas yang dijual perantara pun juga ada yang melebihi ruang pamer.  Uniknya lagi, pemilik ruang pamer pun kadang-kadang juga bertindak sekadar sebagai perantara.
Pedagang Rumahan Gambaran paling mudah untuk menjelaskan segmen pasar yang dikuasai para perantara mungkin bisa diperoleh dari sejumlah lokasi bursa mobil di lahan terbuka seperti di TVRI Manyaran, Simpanglima, Marina, serta GOR Jati Diri. Bursa mobil ini tidak tiap hari dibuka, melainkan hanya Sabtu dan Minggu.

Sebenarnya bursa macam itu dimaksudkan untuk memfasilitasi pemilik mobil kepada para pembeli. Namun praktiknya, sebagian besar dikuasai pedagang, baik yang sekadar sebagai perantara maupun pemodal yang menjual ke calon konsumen atas nama mobil sendiri.

Menurut Eddy Soeprapto, koordinator Paguyuban Pedagang Mobil Bekas di Bursa Mobil TVRI Manyaran Semarang, peserta bursa terbuka biasanya ”pedagang rumahan”, sebutan lain bagi pedagang mobkas yang tidak memiliki ruang pamer permanen.

Menjelang Lebaran, ujarnya, pasar mobil di bursa pun meningkat hingga 30%. Setiap bursa digelar Sabtu dan Minggu, 350-400 mobil ikut dilego. Rata-rata yang laku di lokasi 30 unit. ”Namun jumlahnya bisa lebih banyak lagi karena kebanyakan di sini calon pembeli hanya melihat-lihat dan menindaklanjuti transaksi di rumah,” katanya.

Karena peserta bursa kebanyakan pedagang bermodal pas-pasan, biaya administrasi yang dibebankan kepada mereka juga tidak tinggi. Tiap mobil dikenai biaya parkir, kebersihan, dan akomodasi Rp 10 ribu. Sementara merek mobil yang diikutkan tanpa batasan tahun.

Tampaknya, faktor selektivitas mobil inilah yang menjadi pembeda utama pedagang rumahan dan pemilik ruang pamer. Lantaran peserta bursa bebas, maka segala merek dan kualitas mobil pun bisa diperdagangkan.

Para pedagang rumahan biasanya memprioritaskan kecepatan penjualan. Sementara, pemilik ruang pamer biasanya lebih selektif memilih mobil yang dijual.

Namun, bukan berarti pula kualitas barang di bursa terbuka lebih jelek. Banyak pula yang  bagus dan mahal. Sebagaimana diungkapkan Sugiyanto, pedagang yang sering mangkal di bursa tersebut, mobil yang paling banyak dicari Rp 50 juta sampai 100 juta. Itu berarti kisaran harganya juga tak jauh berbeda dengan ruang pamer.

Menurut Imam Santoso, pada ranah pasar mobkas terdapat tiga tingkatan perputaran penjualan. Kategori pertama, perputaran cepat, seperti jenis MPV Toyota Innova, Avanza, Daihatsu Xenia, dan Suzuki APV.

Kedua, perputaran sedang, seperti jenis sedan mini Toyota Vios dan Honda City. Dan, terakhir, perputaran penjualan lambat, seperti kelas sedan premium dan SUV.

Kondisi ini, menurutnya, juga memengaruhi harga. Untuk kategori perputaran cepat, persentase nilai penyusutan tahun pertamanya 5-9%. Sedangkan untuk menengah 10-20%. Persentase penyusutan itu hanya dilihat dari nilai kendaraan harga baru, belum termasuk untuk bea balik nama (BBN) dan administrasi.

Sebagai gambaran Daihatsu Terios TS Extra, nilai penyusutannya 12%. Harga barunya sekitar Rp 162,5 juta. Maka, penyusutan mobil jenis ini keluaran 2008 sekitar 20 juta, atau ditawarkan Rp 142,5 juta. Naiknya bandrol mobil baru menjadi acuan pedagang mobkas dalam menaikkan harga.  (B4,sdy,lw-59  )

// <![CDATA[// Bookmark and Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: